« November 2006 | Main | January 2007 »

December 30, 2006

Cerita Tentang Tiket Kereta

Jam 7.00 mobil melaju kencang menuju stasiun kereta Bandung. Ada tiga orang di mobil, aku, kakakku, dan Teh (Uni) Rima. Maksimal Jam 7.30 kami harus sudah sampai di stasiun mengejar kereta Lodaya menuju Solo.

Sebenarnya tujuan Teh Rima adalah Yogyakarta. Beliau ingin mengabiskan waktu liburan akhir tahun ini di sana. Mungkin di rumah temannya. Aku tak tahu pasti. Yang pasti akulah yang membelikan beliau tiket kereta untuk hari ini. Kelas bisnis no seat 19. Gerbong no.2. Harganya Rp90.000. Sengaja kubelikan kelas bisnis, biar hemat :P Walaupun waktu membelinya aku tidak meminta pertimbangan beliau karena beliau masih berada di Jakarta bersama kakakku. Aku sendiri membelinya dengan terburu-buru. Bentrok dengan jadwal Liqo. Sampai-sampai aku telat datang liqo demi selembar tiket Lodaya tersebut. Mau bagaimana lagi, kakakku memintaku membelikan tiket tersebut tepat sebelum aku berangkat menuju Liqo, via handphone. Kalau tidak kulakukan, akan ada pihak yang terzhalimi. Ya… sedikit mengaplikasikan fiqh prioritas.

Di sekitar Jalan Suniaraja aku sempat berdebat dengan kakakku.

“Ini belok kanan kan?”

“Bukan, belok kiri lagi…, kemaren aku lewat sini kok. Masuknya dari pintu selatan.” Sanggahku

“Nanti malah jadi muter!” Kakakku menyanggah balik, tapi lengannya terpengaruh ucapanku. Setir mobil diarahkan ke kiri.

Waktu yang tersisa tinggal 5 menit lagi.

“Nah di sini baru belok kanan, trus di depan belok kiri.” Aku menjelaskan

Kakakku mengikuti arahanku.

Jam 7.30 kurang sedikit kami tiba di stasiun kereta. Aku dan Teh Rima bergegas memasuki pintu selatan stasiun. Aku langsung menerobos masuk tanpa bayar peron :P Petugas peron seolah memaklumi kami sedang terburu-buru. Untungnya kereta Lodaya menuju Yogyakarata berada tepat di depan gerbang masuk. Mata kami mencari gerbong no 2. “

Oh itu tuh…” Kata Teh Rima sambil menujuk Gerbong bernomor 2 di bagian depan kereta

Kami berdua berjalan cepat menuju gerbong tersebut. Aku ikut naik ke gerbong untuk memastikan beliau memasuki gerbong yang benar.

Memasuki gerbong, ku melihat pemandangan yang mengingatkanku pada musim panas tahun ini di Stasiun Groningen Belanda. Bule-bule dengan pakaian tanpa lengan dan celana pendek. dan ada AC di atas kabin gerbong. Aku curiga…

Teh Rima sedang sibuk mencari tempat duduknya.

“Teh ini kayaknya eksekutif deh…soalnya ada AC nya” Aku sedikit berteriak pada Teh Rima.

Tanpa banyak bicara kami langsung keluar, dikejar2 waktu sih… Kami bergegas menuju kearah kereta bagian belakang.

No 1-11…

Tulisan ini tertempel di samping pintu gerbong.

Buru-buru Teh Rima masuk ke gerbong ini.

Dari pintu selatan stasiun kakakku berjalan menuju kearahku dengan langkah sigap.

Aduh salah! Pikirku

Kan seatnya nomor 19.

Tapi Teh Rima sudah keburu masuk ke dalam gerbong. Aku melihat Teh Rima melintas di jalan sambungan antargerbong. Dia masih mencari tempat duduknya.

Beberapa detik kemudian kereta melaju. Dari luar aku dan kakakku melambaikan tangan pada Teh Rima yang akhirnya menemukan tempat duduknya.

Alhamdulillah… tidak terlambat.

“Pas banget ..” kata kakakku

“Iya alhamdulillah, banyak untungnya. Untung lewat pintu selatan. Coba kalo kita lewat pintu utara, mungkin kita telat. Karena jarak dari pintu utara ke kereta lebih jauh daripada jarak pintu selatan.” Jawabku

Senangnya… untuk kedua kalinya aku menolong teman yang akan traveling naik kereta.

Orang pertama yang kutolong adalah Mbak Dokter Prima :P . Seusai Summer School di RUG beliau berencana mengunjungi temannya di Utrech. Temannya sudah mengirimkan tiket kereta eksekutif khusus untuknya.

Aku baru akan berangkat ke Zuitermeer keesokan harinya. Ini kesempatan terakhir aku bersama Mbak Prima, temen muslimahku satu-satunya di Summer School. Jadi pagi itu aku mengantar Mbak Prima ke stasiun kereta bersama dua teman se-almamater Mbak Prima (dari UGM)

Sebenarnya pagi itu juga Denis pulang ke Ghent Belgium. Namun dia memilih pergi lebih pagi sendirian karena keretanya memang berangkat lebih pagi. Sesampainya di stasiun kami sempat bertemu Denis. Dia memberikan kartu pos pada kami berempat. Di menuliskan sebuah pesan singkat pada kartu pos itu:

“Nice to meet you in Groningen. See you at www…”

Kemudian kami berpisah di situ. Setelah Summer School ini Denis berencana Traveling ke Peru bersama teman-temannya.

Saat itulah Mbak Prima mengeluarkan tiket keretanya dan…. Astaghfirullaah… di mana tiketnya?

Kok gak ada?

Kami berempat jadi panik. Kami berusaha membantu Mbak Prima mencari tiket kereta Eksekutifnya…

Aku berusaha meng-sms Pak Soegi yang masih ada di Guess House. Aku meminta tolong beliau untuk mencari tiket Mbak Prima di ruang makan. Mbak Prima merasa sempat mengeluarkan amplop berisi tiket dari temannya saat kami breakfast. Beberapa saat kemudian Pak Soegi membalas bahwa hasilnya nihil. Semua orang di Guess House sudah ikut mencari gagal. Y

a Allah… Apa mungkin terjatuh di jalan? Pikir Mbak Prima

Jarak dari Guess house ke Stasiun cukup dekat, bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Tapi akan sia-sia, kereta akan segera berangkat Kalau kami men-trace jalan dari Guess House ke stasiun tiket Mbak Prima akan terlambat dan tiketnya hangus tiada guna.

Ya Udah… Berarti Mbak Prima harus menerima kenyataan pahit bahwa dia harus membeli tiket sendiri untuk pergi ke Utrech. Sialnya lagi, kami gak punya uang receh untuk membeli tiket via mesin tiket. Ah… berarti harus mengantri di loket pembelian tiket. Bergegas kami menuju loket.

Di ruang loket Mabk Prima segera memasuki antrian. Kami bertiga menuggu. Tanpa sengaja mataku terarah pada flyer-flyer promosi di ruang loket.

Zoomer tour

Tulisan ini ada di salah satu flyer tersebut

Aha….. Aku kan masih punya tiket Summer Tour yang kubeli bersama Bu Tati di Schiphol. Tiket ini bisa dipakai ke seluruh Belanda oleh dua orang selama 1 pekan. Hari itu adalah tepat hari terakhir masa berlaku tiket Summer Tour itu. Saat ini tiket itu terselip di dompetku.

Allahu Akbar!!!

Tiket ini memang rezekinya Mbak Prima…

Buru-buru ku beritahu Mbak Prima bahwa aku masih punya tiket Summer Tour yang bisa dipakai ke mana saja. Untungnya beliau masih di antrian dan belum membeli tiket.

Alhamdulillah… tanpa persetujuan Bu Tati aku berikan tiket itu. Kupikir beliau akan setuju, kalaupun besok kami pergi ke Zuitermeer, kami tidak akan bisa menggunakan tiket itu. Udah keburu expired. Alhamdulillah… akhirnya Mbak Prima pergi ke Utrech dengan tiket Summertour itu. Walaupun tiket tersebut bukan tiket eksekutif, yang penting bisa pergi ke sana tanpa mengeluarkan euro lagi

Beberapa waktu kemudian, Kak Arga meng sms ku. “kasiin aja tiket summer tour kamu buat prima…” “Udah kukasiin dengan senang hati …” balasku

Esok paginya, aku bertemu dengan Bu Tati di stasiun. Kami berdua akan ke Zuitermeer. Beliau semapat meminta tiket summer tour kami berdua. Rupanya informasi ynag beliau dapat tiket itu berlaku untu k8 hari. Kukatakan bahwa tiket itu hanya berlaku hingga kemarin dan sudah kuberikan pada Mbak Prima. Alhamdulillah beliau paham dan mengikhlaskan tiket itu  :)

Senangnya aku bisa membantu temanku disaat di benar2 menbutuhkan bantuanku

December 28, 2006

Apa yang kuinginkan...

Menyatakan apa yang kuinginkan mengingatkanku pada training ESQ pada sesi mission statement.

Kalo yang dah pernah ikutan, pasti ngerasain bagian ini bagian yang paling menyeramkan. Ruangannya digelapin.Peserta disuruh berpasang-pasangan (tentunya perempuan sama perempuan, laki2 sama laki2 lagi). Masing-masing pasangan duduk berhadap-hadapan. Mereka diinstruksikan untuk saling menanyakan apa yang mereka inginkan. Caranya dengan saling berpelukan (kayak teletabis :P ).

Peserta yang bertanya mengatakan :

"apa yang kau inginkan?" sambil memukul punggung rekannya sekeras2nya

Peserta yang ditanya harus serta merta menjawab apa yang ada dalam hatinya ttg apa yang dia inginkan sekeras-kerasnya. Satu kali pertanyaan satu kali jawaban plus satu kali pukulan (buseeet... sakit euy!). Dan jawaban gak boleh diulang, harus beda-beda.

Kenapa musti dipukul? karena (kata trainernya) dengan dipukul itu akan memudahkan kita mengungkapkan apa  yang terpendam dalam hati kita. Jadi nanti akan keluar semua rahasia-rahasia yang terpendam dalam diri kita (wow!!!). Makanya sebelum simulasi ini dimulai tiap pasangan peserta berjanji untuk saling menjaga rahasia.

Hmmm... menegangkan

Masalahnya mayoritas peserta berpasangan dengan orang yang baru dikenal saat training. Gawat surawat...

Untuk lebih memperjelas, di atas panggung dua orang asisten trainer mencontohkan bagai mana seharusnya simulasi ini berlangsung.

Memang benar ternyata jawaban2 yang keluar adalah jawaban yang manusiawi. Dalam artian gak direkayasa karna jaim. Misalnya: uang, kedudukan, wanita, etc etc...

Ketika simulasi itu berlangsung, situasi makin menyeramkan. Lampu ruangan dipadamkan, dan diperdengarkan pertanyaan dari malaikat penjaga kubur pada manusia. Seolah-olah teman yang bertanya pada kita berubah menjadi malaikat penjaga kubur dan kita adalah mayitnya (wuuuuu, serem amat). Suaranya keras banget sampe-sampe mobil2 yang sensitif alarmnya bunyi bersahut-sahutan.

Nah... aku juga heran, waktu aku menjalani simulasi ini... apa yang kuinginkan ternyata sesuatu yang baik2 :D wehehehe...

Tapi dalam praktiknya, seringkali apa yang kulakukan tidak mendukung apa yang kuinginkan dan kusebutkan saat simulasi.

Apa dalam diriku udah terlalu banyak evil nya ya? sampe-sampe apa yang sebenarnya tersimpan di dasar hati (ci yeee... ) tidak bisa muncul dan menjadi sikap yang nyata. Astaghfirullaah.

Mungkin ini yang disebut dengan belenggu yang menghalangi dorongan dari god spot untuk diimplementasikan dalam kehidupan.

Dan yang paling aneh, seringkali apa  yang diinginkan itu yang tidak diperlukan dan tidak harus dilakukan. Duh... manusia...

Apa yang kuinginkan saat ini:

  • olahraga
  • "bermain"
  • belajar bahasa jepang
  • menghafal alquran
  • ngeblog
  • xxxxxxx (sensor :P)
  • tidur
  • nangis...

Padahal yang harus kulakukan saat ini (diantaranya) adalah:

  • ngerjain PR (setumpuk-tumpuk....)
  • ngerjain CPM
  • blajar buat ujian akhir semeter
  • wawancara mbak siti (mantan ketua salimah)
  • etc etc...

smoga aja dengan shaum hari ini evil-evil yang bersarang dalam diri bisa musnah perlahan.

kan... dalam hadits, shaum arafah itu menghapus dosa tahun ini dan tahun depan.

amiiin...

Selamat Hari Arafah

Selamat Idul Adha

2 tipe laki2

2 malem yang lalu aku diskusi dengan seorang ummahat via telepon. Diskusi ini bertemakan persoalan seputar rumah tangga. Diskusi mengalir seperti air hingga kami sampai pada satu fakta yang cukup mengejutkan (bagiku). Tidak dapat dipungkiri bahwa di dunia ini memang ada dua tipe laki-laki. Tipikal Laki-laki yang merasa cukup mencintai satu wanita saja dan laki-laki yang tidak bisa mencintai satu wanita saja.

Di lapangan memang ditemui beberapa kasus. Misalkan suami ummahat ini (yang bediskusi denganku), dia adalah tipikal suami yang cukup mencintai satu wanita saja. Menurut pengakuan ummahat dia pernah bertanya pada suaminya.

Kapan abi mau nikah lagi?

Duh umi, abi mah gak kepikir buat nikah lagi. jawab suaminya

Katanya kalo pulang ke rumah, anak-anak dirangkul, diciumin, diajak main, etc. Uminya aja gak segitunya banget ke anak-anak. Dia adalah suami yang cinta rumah, begitu kata istrinya.

Beda lagi dengan kasus yang lain. Memang ada bapak-bapak yang gak bisa mencintai hanya satu wanita saja. Untuk bapak-bapak yang punya pemahaman islam yang cukup baik dan tertarbiyah, mereka berusaha menghindari dirinya dari kemaksiatan. Selain itu mereka mampu mengukur dirinya sampai sejauh mana mereka mampu berbuat adil dan siap membina lebih dari satu keluarga sekaligus.Apabila mereka merasa tidak mampu dan tidak siap mereka menahan dirinya untuk cukup mencintai satu wanita saja. Apabila mereka siap, dengan keridhoan istrinya mereka menambah anggota keluarga mereka dengan kehadiran istri yang baru.

Pembicaraan meluas ke masalah yang sedang mencuat saat ini. Aa Gym... Lutfiah Sungkar pernah mengeluarkan pernyataan, "Kalo Aa Gym memang ingin membantu janda, masih banyak tuh janda2 yang harus dibantu. Mereka ada di kolong-kolong jembatan.

"Seharusnya Aa Gym memilih janda yang lebih tua dan lebih jelek dari Teh Ninih." begitu kurang lebih pernyataan Lutfiah Sungkar

Menurut ummahat tersebut, kita harus lebih manusiawi memandang laki-laki. Ustadz juga manusia. Kalo perempuan senang dengan baju yang cantik dan matching, itu adalah fitrah perempuan yang suka dengan keindahan. Laki-laki pun punya fitrah suka dengan keindahan. Aa Gym berusaha untuk memadukan antara fitrahnya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah. Istri keduanya, ya janda ya cantik. Yang terpenting untuk kita adalah, kalo istri pertamanya udah ridho ngapain kita sibuk mengomentari macem2. Itu kan urusan rumah tangga orang lain. Orang yang kita anggap tersakiti aja adem ayem aja tuh. Ngapain kita sibuk sendiri?

Kasus lainnya adalah Ustadz Axxx (kenapa yang disensor selalu berinisial A ya?) Istri kedua ustadz ini adalah muslimah berdarah eropa. Bule... dan cantik... Orang pada umumnya pasti terkejut dan bertanya-tanya. kenapa sih musti pilih muslimah bule? kan masih banyak muslimah indonesia yang lajang dan shalihah? Kembali lagi ke yang tadi, istri pertama ridho kok? ngapain kita pusing sendiri?

Bahkan diriwayatkan Saudah binti Zam'ah, istri pertama Rasulullah setelah Khadijah memberikan jatah gilirannya pada Aisyah karena tahu persis bahwa Rasulullah sangat berbunga-bunga hatinya saat bersama Aisyah. Padahal Saudah lebih senior dari Aisyah.

Dalam dunia kontemporer saat ini ada juga ummahat yang memang mempersilahkan suaminya untuk "mencintai" lebih dari satu wanita. Bahkan dia memilihkan pasangan yang terbaik untuk suaminya, karena dia yang paling tau siapa yang paling tepat untuk suaminya.

Diskusi ini memberikan aku wawasan yang baru. Pelajarannya adalah kita harus mengetahui termasuk tipe yang manakah tipe (calon) suami kita? Apakah kita termasuk perempuan yang siap mendampingi (calon) suami kita dengan tipe yang dimilikinya ?

Buat cowok, ketahuilah dirimu termasuk tipe yang mana? dan beritahukan pada calon istrimu? :)

Teman2 Tolong luruskan bila aku salah

December 26, 2006

Hei hei...

baru sadar kalo blogku ini ditampilin sama si achai di planet.el02itb.org

waaaaaaaaah...
aku kan suka pake bahasa2 yang aneh...

maaf ya kalo pada gak ngerti

kalo gak ngerti ngacung aja ya...
pasti tetep gak ngerti
wehehehe........

25 desember 2006

Siang ini coba ngafalin halaman 7 buat setoran besok sore. Seperti biasa 1 halaman itu dibaca berulang2 dengan cepat dulu ampe lebih dari 20 balikan. Sebenarnya dari kemaren malem sih mulai baca cepetnya. Tapi diulang lagi supaya lebih mudah mengingat. Setelah ngerasa cukup, mulai deh menghafal per ayat. Berhubung ngafalinnya di atas kasur, tiba-tiba udah mimpi ketemu mama papa deh.. hihihi

Duh, kangen kali ya sama mama papa. Ampe kemimpiin segala. Karna mimpinya sambil pegang mushaf, mushafnya kemimpiin juga. Ya… aku sama papa tukeran mushaf. Aku pake punya papa dan papa pake punya ku. Mushaf punyaku hurufnya sedikit lebih besar dari punya papa, jadi lebih nyaman dibaca. Kalo aku sih dah terbiasa baca dengan mushaf dengan huruf2 yang mungil. Jadi gak masalah.

Sayangnya ngafalin qurannya gak kebawa mimpi… :p

 

Bangun-bangun langsung ngulang ngafal lagi. Duh… rasanya sebelum ketiduran dah dapet ayat 38 deh. Tapi kok skarang jadi gak inget lagi ya? Wah… apa itu mimpi juga kali ya … atau saat itu sedang berada di alam peralihan antara sadar dan tidak?

Ya su…

Eh, ternyata ada sms dari yang tadi kemimpiin, mama dan papa tersayang.Ci ye ci ye… Katanya mama dan papa wukuf hari jumat, so jgn lupa pada shaum arafah. Tlg kasih tau  adik2 dan keluarga uwa. Doain supaya mama dan papa sehat dan diberi kemudahan dan kelancaran oleh 4JJI.

Amiiiiiiin.

 

Alhamdulillah bisa cepet ngafalnya, ¾ halaman (rasanya) didapet gak lebih dari 1 jam. Kok bisa? soalnya dah menginput dari mengulang2 bacaan sampai puluhan kali. Jadi otak udah familiar dengan bacaan yang dihafal.

 

Sampai ¾ halaman menghafal, tiba2 saja teringat dengan sebuah amanah dawah.

Jadi pengen nelpon sodari2 seperjuanganku.

Kuambil hp CDMA ku… telpon ukhti Axx (sensor) ah.

Sesama esia

kan

masih gratis… :D

Bla bla bla … (rahasia…..)

Sekarang telpon ukhti Axxx (sensor lagi :D) dengan hp GSM.

“Teh, telpon ke rumah aja…” suara di seberang

sana

“Gapapa, teteh sekalian ngabisin pulsa bicara,

kan

sesama xl” jawabku

Bla bla bla … (rahasia…..)

Sepertinya ada yang masih perlu ditelpon lagi deh… Oh iya seorang ukhti yang pake nomer esia juga, ukhti Axxxxx (sensor juga :P)

“Assalamualaikum ukhti … Pakabar? Lagi libur

kan

?” aku membuka pembicaraan

Bla bla bla … (rahasia…..)

 

Seperti ada rasa puas setelah aku berbincang (walaupun hanya sesaat )dengan mereka.

 

Apakah ini parameter bahwa aku telah berusaha melaksanakan amanah dawahku?

Atau inikah yang disebut dengan mencintai apa yang kita kerjakan?

 

Ya, sodara seperjuanganku Haris If 02 (gak disensor :P) pernah bilang bahwa agar kita bisa optimal dengan pekerjaan kita, maka cintailah pekerjaan kita. Aku sendiri melihat ada integritas dalam dirinya ketika dia mengatakan itu. Beliau mencintai pekerjaannya sebagai trainer. Beliau merasa puas saat beliau berbagi dengan orang lain berhasil memotivasi orang tersebut. Beliau juga mencintai pekerjaannya mengajar bimbel di Nurul Fikri. Terbukti dengan testimonial adikku yang 2 tahun lalu menjadi muridnya.

 

Aktivitas telpon-telpon or sms soal aktivitas dawah ini sering kali membuatku lega. Dulu sebelum sem 8 S1 ampir tiap malem telpon di rumah krang kring. Dan itu semua untukku. Pulsa hp minimal 100 ribu, karna sms

sana

sini. Tagihan telpon rumah jg, pernah meledak gara2 telpon2an. Huhuhuu…. Belum punya hp cdma sih…

Setelah nelpon2 temen2, sekarang waktunya ngesms adik2 binaan. Kalo ditelponin satu2 bisa abis pulsa :P (masih kurang jiwa pengorbanan…. Tampaknya)

“assalamualaikum wr wb, apa kabar ukhti shalihah? Gimana rapotnya? Liburan ini ngapain aja? Salam untuk orang tua ya.”

Send to group…

SMS pukul rata… gak special banget ya… ? semoga nanti bisa lebih perhatian sama adik2 binaan, jadi gak ngirim sms pukul rata lagi.

 

Mengenai aktivitas komunikasi dalam aktivitas dawah, selain sms dan telpon2an ngobrol langsung juga seringkali membuatku semangat.

Kemarin sore ngobrol sama my best friend, Ika dari bada ashar ampe isya. Curhat and diskusi macem2. Kayaknya kalo aku gak ada rencana buat pergi ke Giant sama kakak dan adik2, Ika gak pulang-pulang tuh dari rumahku hihihi… sorry ya Ka bukan ngusir :p

 

Ataukah ini yang disebut dengan kebutuhan komunikasi?

Atau ini terjadi karena aku seorang audio yang punya kecenderungan banyak ngomong ya?

 

Jadi inget The Sims… Aku sendiri gak suka maen The Sims dan emang gak suka maen game. Di The Sims tuh kebutuhan komunikasi menjadi point yang dinilai dan harus dijaga keberlangsungannya.

Konon katanya mayoritas pemasalahan dalam rumah tangga pun berakar dari komunikasi.

 

Nyambung dengan masalah komunikasi ini, malemnya tiba2 aja aku jadi ngobrol serius sama adikku Ayang. Padahal seumur2 belum pernah ngobrol serius sama adik2ku. Dalam artian sharing pengalaman dan mengambil ibrohnya dan kedua belah pihak merasa nyaman dengan gaya
komunikasi masing2. Keseringannya ngobrol tuh isinya bercanda gak jelas atau obrolan2 ringan. Biasanya ngobrol serius kalo udah ngasih nasihat dan (sepertinya) adikku merasa tertekan kalo dah dinasehatin. Apalagi kalo Ayang sama Ade dah berantem.

 

Aku berusaha memasukkan nilai2 dan beberapa prinsip yang kupegang melalui obrolan tersebut. Aku berusaha membuka cakrawala pikiran adikku untuk mulai memikirkan masa depannya. Aku merasa terlambat belum merencanakan dan mempersiapkan masa depanku dengan serius, padahal usiaku sudah 22. Adikku, kini 15 tahun dan punya banyak waktu untuk merencanakan mimpinya dan mempersiapkan dirinya untuk menggapai mimpi2nya itu. Sebenarnya gak pernah ada kata terlambat sih. Tapi, lebih dini lebih baik. Karena kesuksesan adalah bertemu persiapan dengan peluang.

 

Semoga apa yang kulakukan padanya bisa membuatnya mulai berpikir tentang eksistensi dirinya di dunia ini dan membangkitkan kesadaran dia untuk memperbanyak kebaikan.

 

Lagi2 aku bahagia dengan diskusi yang kulakukan dengan adikku. Aku merasa pemikiranku diterima.

Ah… perasaan ini mengingatkanku pada seorang teman yang menganggapku sebagai adiknya. Mengapa beliau  menganggapku adik? Menurut pengakuan beliau sih, karena beliau merasa aku adalah orang yang bisa menerima pemikiran beliau dan beliau merasa matching denganku. Dan dia merasa bahagia…

Entahlah…

Sebenarnya ini jadi suatu “catatan tersendiri” bagiku

 

Buatku sendiri… pelajaran yang kuambil hari ini adalah:

  1. Kita harus berusaha mencintai pekerjaan kita

Ini sulit, seringkali aku mendapat pekerjaan yang tak kucintai dan aku belum menemukan strategi yang jitu untuk menumbuhkan cinta pada pekerjaan.

  1. Pentingnya komunikasi dalam aktivitas dawah dan      keluarga

Sebenarnya keluarga pun adalah bagian dari da’wah. Ingat

surat

at tahrim:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

  1. Sepertinya aku perlu belajar lagi ttg kecerdasan      emosional

masih gak bisa mengidentifikasi emosi…

Posisi Yang Sulit

It's complicated
Berada di posisi yang sulit

December 23, 2006

09.42
mu donlot buku michael j. pont ttg embedded system:
di sini http://elibs.blogspot.com/2006/04/embedded-systems.html
eh ternyata file 0 kb
http://www.goowy.com/filen4anccunx4-f_9303694-0-pdf-Embedded.C.-.Michael.J.Pont.html
ya gak bisa laaa

10.00 -an
ngobrol soal UCT.
kalo bisa objeknya pake tulang...
tulang sapi gitu?
emang bisa tembus ya?
ya dah dicoba aja
ntar cari tulang yang kecil biar attenuasinya kecil jg
tapi, kan ntar siang mu ke halmahera, cari tau juga apa ada objek lain yang punya properti mirip dengan tulang manusia dan gampang dicar.

10.16
sms teteh, minta survei-in tulang sapi di carrefour or giant

10.21
berhasil donlot bukunya michael j pont
http://www.box.net/public/5hv4jgeo3e#f796670

11.00
bingung
target not created wae

11.07
liat blog akh egi. subhanallah... ini baru namanya dawah melalui blog.
egisuarga.blogspot.com

11.24
akhirnya bisa linking juga... alhamdulillaah

11.28
INGET TAUSIYAH yang ini:

31. Hendaklah engkau senantiasa menyertai dirimu dengan niat jihad dan cinta mati syahid. Bersiaplah untuk itu kapan saja kesempatan untuk itu tiba.

18. Hendaklah engkau perhatikan penunaian tugas-tugasmu (bagaimana kecermatan dan kuantitasnya), janganlah menipu, dan tepatilah kesepakatan.

12.08
malah ngobrol sama bu dokter
hehehe
soal kesehatan and makanan sehat
ujung2nya minta resep olahan ikan hehehe
btw.. ternyata banyak banget ya blog yang isinya resep masakan

13.06
halah halah...
disuruh bikin laporan research nih... buat tgl 28
hiks hiks
kok aku gak tau sih kalo bakal ada begini begitu
jadi gak disiapin dari setahun yang lalu
ya ALLAH... :(

andai ku tau...

13.27
nelpon tya
eh.. tya nya lagi sama mbak anggi. tya lupa kalo kita ada janjian mau ke halmahera. hehehe....
yasu...

14.34
ternyata....
laporan penelitiannya nanti terkumpul di ketua penelitian se-itb yaitu Pak Andriyan... Dosen pembimbing TA ku
hihihi
Ya ALLAH... Subhanallah

15.08
Ngerjain laporan riset sambil dengerin Bond, Yanni, Contradnza-nya Vanessa Mae dan Paddy McCharty nya The Corrs
(hihihi, gak dengerin nasyid ya?)
kok the 1812 nya Bond tuh mirip lagu garuda pancasila ya?

15.10
makan eskrim... nyam
capucino, vanila coco chip dan coklat :P
makasih mas agung. es krimnya enak

15.52
dapet permen dari pak obus. makasih ya pak...

16.49
dah ah. pulang dulu...

December 22, 2006

40 Kewajiban Mujahid

Hudzaifah.org - Bagi seorang mujahid dakwah, ada kewajiban yang harus dia tunaikan dalam operasional dakwahnya. Kewajiban-kewajiban ini adalah dalam rangka membentuk pribadi mujahid untuk menjadi �batu bata yang kuat� bagi �bangunan Islam�. Untuk itu Hasan Al Banna merangkai kewajiban-kewajiban berikut ini bagi para mujahid dakwah.

Sa�id Hawwa mengatakan bahwa kewajiban di sini bukan berarti wajib dalam pengertian syar�i, tetapi lebih luas dari itu. Kewajiban-kewajiban tersebut ada di antaranya yang fardhu, ada pula yang sunah. Oleh karenanya, kata �wajib� di sini berarti segala bentuk komitmen dakwah yang dituntut oleh gerakan Islam masa kini.

Berikut ini adalah rincian kewajiban-kewajiban tersebut.

1. Hendaklah engkau memiliki wirid harian dari Kitabullah tidak kurang dari satu juz. Usahakan untuk mengkhatamkan Al Qur�an dalam waktu tidak lebih dari sebulan dan tidak kurang dari tiga hari.

2. Hendaklah engkau membaca Al Qur�an dengan baik, memperhatikannya dengan seksama, dan renungkan artinya.

3. Hendaklah engkau mengkaji Sirah Nabi dan sejarah para generasi salaf sesuai dengan waktu yang tersedia. Buku yang dirasa mencukupi kebutuhan ini minimal adalah buku Hummatul Islam. Hendaklah engkau juga banyak membaca hadits Rasulullah saw, minimal hafal empat puluh hadits; ditekankan untuk menghafal Al Arba�in An Nawawiyah. Hendaklah engkau juga mengkaji risalah tentang pokok-pokok aqidah dan cabang-cabang fiqih.

4. Hendaklah engkau bersegara melakukan general check up secara berkala atau berobat, begitu penyakit terasa mengenaimu. Di samping itu perhatikanlah faktor-faktor penyebab kekuatan dan perlindungan tubuh, serta hindarilah faktor-faktor penyebab lemahnya kesehatan.

5. Hendaklah engkau menjauhi sikap berlebihan dalam mengkonsumsi kopi, teh, dan minuman perangsang semisalnya. Janganlah engkau meminumnya kecuali dalam keadaan darurat dan hendaklah engkau menghindarkan diri sama sekali dari rokok.

6. Hendaklah engkau perhatikan urusan kebersihan dalam segala hal menyangkut tempat tinggal, pakaian, makanan, badan, dan tempat kerja, karena agama ini dibangun di atas dasar kebersihan.

7. Hendaklah engkau jujur dalam berkata dan jangan sekali-kali berdusta.

8. Hendaklah engkau menepati janji, janganlah mengingkarinya, bagaimanapun kondisi yang engkau hadapi.

9. Hendaklah engkau menjadi seorang yang pemberani dan tahan uji. Keberanian yang paling utama adalah terus terang dalam mengatakan kebenaran, ketahanan menyimpan rahasia, berani mengakui kesalahan, adil terhadap diri sendiri, dan dapat menguasainya dalam keadaan marah sekalipun.

10. Hendaklah engkau senantiasa bersikap tenang dan terkesan serius. Namun janganlah keseriusan itu menghalangimu dari canda yang benar, senyum, dan tawa.

11. Hendaklah engkau memiliki rasa malu yang kuat, berperasaan yang sensitif, dan peka oleh kebaikan dan keburukan, yakni munculnya rasa bahagia untuk yang pertama dan rasa tersiksa untuk yang kedua. Hendaklah engkau juga bersikap rendah hati dengan tanpa menghinakan diri, tidak bersikap taqlid, dan tidak terlalu berlunak hati. Hendaklah engkau juga menuntut � dari orang lain � yang lebih rendah dari martabatmu untuk mendapatkan martabatmu yang sesungguhnya.

12. Hendaklah engkau bersikap adil dan benar dalam memutuskan suatu perkara pada setiap situasi. Janganlah kemarahan melalaikanmu dari perbuatan kebaikan, janganlah mata keridhaan engkau pejamkan dari perilaku buruk, janganlah permusuhan membuatmu lupa dari pengakuan jasa baik, dan hendaklah engkau berkata benar meskipun itu merugikanmu atau merugikan orang yang paling dekat denganmu.

13. Hendaklah engkau menjadi pekerja keras dan terlatih dalam aktivitas sosial. Hendaklah engkau merasa bahagia jika dapat mempersembahkan bakti untuk orang lain, gemar membesuk orang sakit, membantu orang yang membutuhkan, menanggung orang yang lemah, meringankan beban orang yang tertimpa musibah meskipun hanya dengan kata-kata yang baik. Hendaklah engkau juga senantiasa bersegera untuk berbuat kebaikan.

14. Hendaklah engkau berhati kasih, dermawan, toleran, pemaaf, lemah lembut kepada manusia maupun binatang, berperilaku baik dalam berhubungan dengan semua orang, menjaga etika-etika sosial Islam, menyayangi yang kecil dan menghormati yang besar, memberi tempat kepada orang lain dalam majelis, tidak memata-matai, tidak menggunjing, tidak mengumpat, meminta izin jika masuk maupun keluar rumah, dan lain-lain.

15. Hendaklah engkau pandai membaca dan menulis, memperbanyak muthala�ah terhadap risalah Ikhwan, koran, majalan, dan tulisan lainnya. Hendaklah engkau bangun perpustakaan khusus, seberapapun ukurannya; kosentrasilah terhadap spesifikasi keilmuan dan keahlianmu jika engkau seorang spesialis; dan kuasailah persoalan Islam secara umum yang dengannya dapat membangun persepsi yang baik untuk menjadi referensi bagi pemahaman terhadap tuntutan fikrah.

16. Hendaklah engkau memiliki proyek usaha ekonomi; betapa pun engkau seorang kaya utamakanlah proyek yang mandiri, betapa pun kecilnya; dan cukupkanlah dengan apa yang ada pada dirimu, betapa pun tingginya kapasitas keilmuanmu.

17. Janganlah engkau terlalu berharap untuk menjadi pegawai negeri dan jadikanlah ia sebagai sesempit-sempitnya pintu rezeki, namun jangan pula engkau tolak jika diberi peluang untuk itu. Janganlah engkau melepaskannya kecuali jika ia benar-benar bertentangan dengan tugas-tugas dakwahmu.

18. Hendaklah engkau perhatikan penunaian tugas-tugasmu (bagaimana kecermatan dan kuantitasnya), janganlah menipu, dan tepatilah kesepakatan.

19. Hendaklah engkau penuhi hakmu dengan baik, penuhi hak-hak orang lain dengan sempurna tanpa dikurangi dan dilebihkan, dan janganlah menunda-nunda pekerjaan.

20. Hendaklah engkau menjauhkan diri dari judi dengan segala macamnya, apapun maksud di baliknya. Hendaklah engkau juga menjauhi mata pencaharian yang haram, betapapun keuntungan besar yang ada di baliknya.

21. Hendaklah engkau menjauhkan diri dari riba dalam setiap aktivitasmu dan sucikanlah ia sama sekali dari riba.

22. Hendaklah engkau memelihara kekayaan umat Islam secara umum dengan mendorong berkembangnya pabrik-pabrik dan proyek-proyek ekonomi Islam. Engkau pun hendaklah menjaga setiap keping mata uang agar tidak jatuh ke tangan orang non-Islam dalam keadaan bagaimanapun. Janganlah makan dan berpakaian kecuali produk negeri Islammu sendiri.

23. Hendaklah engkau memiliki kontribusi finansial dalam dakwah, engkau tunaikan kewajiban zakatmu, dan jadikan sebagian dari hartamu itu untuk orang yang meminta dan orang yang kekurangan, betapapun kecil penghasilanmu.

24. Hendaklah engkau menyimpan sebagian dari penghasilanmu untuk persediaan masa-masa sulit, betapapun sedikit, dan janganlah sekali-kali menyusahkan dirimu untuk mengejar kesempurnaan.

25. Hendaklah engkau bekerja � semampu yang engkau lakukan � untuk menghidupkan tradisi Islam dan mematikan tradisi asing dalam setiap aspek kehidupanmu. Misalnya ucapan salam, bahasa, sejarah, pakaian, perabot rumah tangga, cara kerja dan istirahat, cara makan dan minum, cara datang dan pergi, serta gaya melampiaskan rasa suka dan duka. Hendaklah engkau menjaga sunah dalam setiap aktivitas tersebut.

26. Hendaklah engkau memboikot peradilan setempat atau seluruh peradilan yang tidak Islami, demikian juga gelanggang-gelanggang, penerbitan-penerbitan, organisasi-organisasi, sekolah-sekolah, dan segenap institusi yang tidak mendukung fikrahmu secara total.

27. Hendaklah engkau senantiasa merasakan diawasi oleh Allah, mengingat akhirat dan bersiap-siap untuk menjemputnya, mengambil jalan pintas untuk menuju ridha Allah dengan tekad yang kuat, serta mendekatkan diri kepada-Nya dengan ibadah sunah, seperti shalat malam, puasa tiga hari � minimal � setiap bulan, memperbanyak dzikir (hati dan lisan), dan berusaha mengamalkan doa yang diajarkan pada setiap kesempatan.

28. Hendaklah engkau bersuci dengan baik dan usahakan agar senantiasa dalam keadaan berwudhu (suci) di sebagian besar waktumu.

29. Hendaklah engkau melakukan shalat pada saatnya, di manapun ia berada, dan seketika itu juga.

30. Hendaklah engkau berpuasa Ramadhan dan berhaji dengan baik, jika engkau mampu melakukannya. Kerjakan sekarang juga jika engkau telah mampu.

31. Hendaklah engkau senantiasa menyertai dirimu dengan niat jihad dan cinta mati syahid. Bersiaplah untuk itu kapan saja kesempatan untuk itu tiba.

32. Hendaklah engkau senantiasa memperbaharui taubat dan istighfarmu. Berhati-hatilah terhadap dosa kecil, apalagi dosa besar. Sediakanlah � untuk dirimu � beberapa saat sebelum tidur untuk mengintrospeksi diri terhadap apa-apa yang telah engkau lakukan; yang baik maupun yang buruk. Perhatikan waktumu, karena waktu itu adalah kehidupan itu sendiri. Janganlah engkau pergunakan ia � sedikit pun � tanpa guna, dan janganlah engkau ceroboh terhadap hal-hal yang syubhat agar tidak jatuh ke dalam kubangan yang haram.

33. Hendaklah engkau berjuang meningkatkan kemampuanmu dengan sungguh-sungguh agar engkau dapat menerima tongkat kepemimpinan. Hendaklah engkau menundukkan pandanganmu, menekan emosimu, dan memotong habis selera-selera rendah dari jiwamu. Bawalah ia hanya untuk menggapai yang halal dan baik, serta hijabilah ia dari yang haram dalam keadaan bagaimanapun.

34. Hendaklah engkau jauhi khamr dan seluruh makanan atau minuman yang memabukkan sejauh-jauhnya.

35. Hendaklah engkau menjauh dari pergaulan dengan orang jahat dan persahabatan dengan orang yang rusak, serta jauhilah tempat-tempat maksiat.

36. Hendaklah engkau perangi tempat-tempat iseng, jangan sekali-kali mendekatinya, serta jauhilah gaya hidup mewah dan bersantai-santai.

37. Hendaklah engkau mengetahui anggota katibahmu satu persatu dengan pengetahuan yang lengkap, dan kenalkanlah dirimu kepada mereka dengan selengkap-lengkapnya. Tunaikanlah hak-hak ukhuwah mereka dengan seutuhnya; hak kasih sayang, penghargaan, pertolongan, dan itsar. Hendaklah engkau senantiasa hadir di majelis mereka, tidak absen kecuali karena udzur darurat, dan pegang teguhlah sikap itsar dalam pergaulanmu dengan mereka.

38. Hendaklah engkau hindari hubungan dengan organisasi atau jamaah apapun sekiranya hubungan itu tidak membawa maslahat bagi fikrahmu, terutama jika diperintahkan untuk itu.

39. Hendaklah engkau menyebarkan dakwahmu di manapun dan memberi informasi kepada pemimpin tentang segala kondisi yang melingkupimu. Janganlah engkau berbuat sesuatu yang berdampak strategis kecuali dengan seizinnya.

40. Hendaklah engkau senantiasa menjalin hubungan, baik secara ruhani maupun �amali, dengan Jamaah dan menempatkan dirimu sebagai �tentara yang berada di tangsi yang tengah menanti instruksi komandan�.

Referensi : "Membina Angkatan Mujahid" - Sa'id Hawwa      

December 18, 2006

kenapa?

kenapa kalimat2 itu diucapkan sekarang?
jadi lucu...

December 12, 2006

Gak bisa didefinisiin...

Tinggal beberapa jam lagi...
Dan semuanya seperti tidak bisa didefinisikan dengan jelas

December 11, 2006

Ngerjain CPM lageeeeh

Kacian banget nih CPM. Dah dilupain berminggu-minggu. Padahal ni alat katanya mu dipatenin. SUBHANALLAAH...
Musti ngebut nih pas liburan ...bahkan pas minggu2 uas juga (mungkin)

Hasbunallah wa ni'mal wakiil
Luruskan niat
Sempurnakan ikhtiar!!!!

December 01, 2006

Bad News

Det, bad news. Tomorrow i will have a class. So, i can not go for swimming.

Mbak Ervin- 30 November 2006

My Photo
Powered by Friendster Blogs

May 2007

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31